|
Ditulis oleh Andrika
|
|
Monday, 09 August 2004 |
METRO TV MEMINTA MAAF KEPADA PASOEPATI
Metro TV diwakili oleh kontributornya di Solo Eka Hari Wibawa menyampaikan permohonan maaf terkait berita liputannya saat pertandingan Persis Solo melawan Gresik United di Stadion Manahan Kamis sore (18/3). Dalam berita yang dirilis Metro TV pada Kamis malam mengabarkan bahwa pertandingan antara Persis Solo melawan Gresik United diwarnai kericuhan suporter antara Pasoepati dan Ultras Mania (suporter GU).
“Berita tersebut salah. Tidak ada kericuhan suporter antara Pasoepati dengan Ultras. Selama ini hubungan Pasoepati dan Ultras sangatlah baik. Berita itu harus segera diklarifikasi agar tidak terjadi fitnah.”, ujar presiden Pasoepati Wawan Sarwanto.
Pada berita tersebut memang tampak terjadi keributan, tetapi hal itu bukan tawuran antar suporter. Menurut laporan yang diterima redaksi, kericuhan yang terjadi adalah tawuran antara Pasoepati dengan provokator yang berniat merusak suasana damai yang terjadi di luar stadion.
Pihak Metro TV Solo melalui kontributornya Eka Hari Wibawa juga menjelaskan bahwa berita yang dikirimkannya ke Metro TV Jakarta sudah benar. “Isi berita tersebut benar. Tetapi dalam penyajiannya, presenter berita menyampaikannya dengan salah. Untuk itu saya menyampaikan permintaan maaf kepada Pasoepati terkait hal tersebut”, jelas Eka.
Pertandingan antara Persis Solo melawan Gresik United sendiri sedianya terbuka bagi penonton. Tetapi dua jam menjelang kick off, panpel pertandingan memutuskan untuk mematuhi sanksi yang diberikan oleh PSSI. Hal ini tentu membuat kecewa ribuan Pasoepati yang terlanjur hadir ke stadion. |
|
|
Ditulis oleh Andrika
|
|
Monday, 09 August 2004 |
|
Gol Dianulir, Persis Tanpa Poin di Bandung
BANDUNG - Persis Solo gagal menambah poin pada laga tandang di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (25/2). Skuad polesan pelatih Isman Jasulmei itu kalah 0-1 dari tuan rumah Persikab.
Satu-satunya gol yang dilesakkan Cahya Sumirat menit ke-73, membuat tim Kota Bengawan tetap menjadi juru kunci klasemen sementara Grup II Divisi Utama dengan kemasan 10 poin.
Sebenarnya sempat ada peluang menyamakan skor pada pada menit ke-88, saat bola lambung yang dihalau pemain Persikab disongsong tandukan Andrian Wijaya dari jarak sekitar 30 meter di depan gawang tim Soreang.
Bola yang melenting setelah sekali mental di tanah itu tak bisa langsung dijangkau kiper David Aryanto yang sudah salah posisi. Si kulit bundar membentur tiang bagian dalam dan mengarah ke jala.
Sang penjaga gawang susah payah menjangkau dan membalik arah bola, hingga bergulir pelan ke garis sudut bawah gawang. Striker tunggal Persis Alberto Paredes pun menceploskan bola setelah beradu cepat dengan jangkauan tangan David. Sayang, wasit Iwan Sukoco menganggap terjadi pelanggaran dan menganulir gol tersebut.
Pelatih Puas Peningkatan performa ditunjukkan Persis Solo dalam duel lawatan tersebut. Sejak awal, permainan memang lebih didominasi Persikab yang diracik pelatih Suharno.
Namun ketatnya penjagaan sektor pertahanan yang digalang trio Hendro Bawono, Guntur Gunawan dan Andrian Wijaya, serta antisipasi cemerlang kiper debutan Dian Rompi, membuat gawang Persis tetap perawan hingga turun minum.
Pada duel tersebut, Persis bukannya tanpa peluang. Selain gol yang dianulir, tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan Nova Zaenal sekitar menit ke-85 mengancam gawang tuan rumah. Namun laju bola ke sudut kanan atas itu bisa ditepis kiper David Aryanto.
’’Hasil memang belum positif, tapi saya cukup puas dengan peningkatan pola permainan anak-anak. Soal gol dianulir, saya tak mau mengomentari wasit,’’ kata arsitek tim Persis Isman Jasulmei.
Pelatih Persikab Suharno menilai, satu gol yang dicetak pasukannya membuka peluang timnya untuk melanjutkan masuk 8 Besar. |
|
|
Ditulis oleh Andrika
|
|
Monday, 09 August 2004 |
LAGA PERSIS SOLO VS GRESIK UNITED TERANCAM TANPA PENONTON
Persis Solo kembali akan melakukan lobi-lobi terkait hukuman menggelar satu laga kandang tanpa penonton.
Laskar Sambernyawa tetap berharap laga melawan Gresik United, Kamis (18/3), tetap boleh digelar dengan penonton meski permohonan Peninjaua Kembali resmi ditolak.
Pengurus Persis berhasil menunda pelaksanaan sanksi itu pada dua partai home sebelum ini, kontra PPSM Magelang dan PSIS Semarang. Yang pertama dengan alasan persiapan sudah terlanjur dilakukan, sedangkan pada partai versus PSIS dengan pertimbangan faktor keamanan.
Harapan Persis kembali menghidari sanksi itu sangat tipis setelah surat jawaban PK ke PSSI resmi turun, Minggu (14/3) ini. PSSI dengan tegas menolak permohonan PK dari Persis.
Sampai saat ini keputusan kami masih akan tetap bermain dengan penonton. Namun dalam sisa waktu yang ada ini kami akan berkoordinasi dengan PSSI,? ujar dia ketika ditemui di Stadion Manahan Solo, kemarin.
Seperti diwartakan dalam harian ini beberapa waktu lalu, saat menjadi tuan rumah ketika melawan Persiba Bantul dan Produta, Sleman, Persis dinilai tak bisa menyelenggarakan dengan baik.
Karena saat itu penonton dituding menyalakan petasan yang mengganggu jalannya pertandingan. Akhirnya Komisi Disiplin menjatuhkan sanksi satu kali menggelar laga kandang tanpa penonton.
Lebih lanjut Ruhban mengatakan keputusan tetap akan memperbolehkan penonton masuk itu, dilakukan karena Persis merasa sanksi yang dijatuhkan dinilai sebagai pembelajaran. Padahal, papar dia, pihaknya menganggap setidaknya telah dua kali menyelenggarakan pertandingan dengan penonton dan dinilai berjalan dengan baik.
Apalagi yang dipersoalkan bukankan kai telah dua kali bisa menyelenggarakan pertandingan dengan bagus. Itu kan pertanda kami mampu Selain itu kami kan juga sudah membayar sanksi administrasi lainnya, tegas dia.
Koordinasi
Sementara itu ketua panitia pelaksana Persis, Paulus Haryoto membenarkan tentang soal turunnya penolakan PK. Untuk itu pihaknya akan mengembalikan keputusan bahwa pertandingan dibuka untuk umum atau tanpa penonton kepada pengurus.
Ia mengatakan Panpel hanya menjadi pelaksana lapangan dari event yang ditanganinya. Yang jelas kami sudah memberitahukan persoalan ini sesuai dengan surat penolakan PK yang saya terima. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pengurus, ungkap dia.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber mengatakan sehari sebelum pemberitahuan penolakan itu sampai ke tangan pengurus, Persis tetap akan mempertontonkan laga itu untuk umum. Ketetapan itu dilakukan setelah pengurs pada Sabtu lalu menggelar rapat bersama.
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 7 |